KEBUMEN - Jembatan gantung sepanjang 40 meter dibangun melintasi Sungai Bantar di Desa Jatiroto, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperlancar mobilitas warga di dua sisi sungai sekaligus membuka akses sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan dilakukan pada Kamis (27/8/2026) dengan melibatkan personel TNI, Zibang, serta masyarakat setempat. Sebanyak enam personel TNI, dua orang dari Zibang, dan 12 warga ikut bergotong royong dalam pengerjaan konstruksi.

Jembatan memiliki lebar sekitar 1, 8 meter dan membentang di atas sungai dengan lebar kurang lebih 30 meter. Struktur jembatan berada sekitar 10 meter dari dasar sungai dan dirancang mampu menahan beban hingga 4 ton.
Danramil Buayan Letda Inf Guit turut memantau proses pembangunan. Sementara Babinsa Desa Jatiroto Serka Dili terlibat langsung bersama personel TNI dan masyarakat di lokasi pembangunan.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di kedua sisi Sungai Bantar. Karena itu, pengerjaannya dilakukan bersama-sama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, ” ujar Letda Inf Guit.
Keberadaan Jembatan Gantung Sungai Bantar diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 7.234 jiwa atau 1.808 kepala keluarga (KK). Akses yang lebih mudah diharapkan dapat mendukung kegiatan warga, termasuk aktivitas sosial dan perekonomian.
Gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Keterlibatan warga juga menunjukkan adanya dukungan masyarakat terhadap pembangunan sarana penghubung yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari.
Dengan panjang 40 meter dan kapasitas hingga 4 ton, Jembatan Gantung Sungai Bantar diharapkan menjadi jalur penghubung penting bagi warga Desa Jatiroto dan wilayah sekitarnya.
(Pendim0709)

Updates.